Tampilkan postingan dengan label Info Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Virus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2009

Sudah 31 Negara Terjangkit Flu Babi

Mas Gun Online dari www.detiknews.com/read/2009/05/12/105534/1129996/10/who-sudah-31-negara-terjangkit-flu-babi dari Jenewa dari WHO diinformasikan bahwa: Virus flu H1N1 (flu babi) terus meluas di dunia. Sejauh ini setidaknya sudah 31 negara yang secara resmi melaporkan kasus flu H1N1 di negara mereka.

Jumlah kasus flu H1N1 di seluruh dunia hingga kini tercatat sebanyak 4.694 kasus. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (12/5/2009).

Amerika Serikat (AS) kini telah mengalahkan Meksiko dalam jumlah total kasus yang telah dikonfirmasi. Meksiko telah melaporkan 1.626 kasus, termasuk 48 kematian. Sedangkan AS telah melaporkan 2.600 kasus termasuk 3 kematian.

Negara-negara lain yang melaporkan kematian akibat virus flu baru ini adalah Kanada dan Costa Rica. Kanada telah melaporkan 284 kasus termasuk satu kematian. Sedangkan Costa Rica telah melaporkan 8 kasus termasuk satu kematian.

Meski kasus flu H1N1 tersebar luas di AS, namun menurut WHO belum perlu untuk menaikkan level ancaman pandemi ke fase 6 atau level tertinggi yang artinya telah terjadi pandemi flu H1N1.

Kuba merupakan negara terbaru yang melaporkan kasus pertama flu H1N1 di negerinya. Negara-negara lainnya yang telah melaporkan kasus flu H1N1 adalah:

Argentina (1 kasus), Australia (1), Austria (1), Brasil (8), China (2): terdiri dari 1 kasus di China daratan dan 1 kasus di Hong Kong, Colombia (3), Denmark (1), El Salvador (4), Prancis (13), Jerman (11), Guatemala (1), Irlandia (1), Israel (7), Italia (9), Jepang (4), Belanda (3), Selandia Baru (7), Norwegia (2), Panama (15), Polandia (1), Portugal (1), Korea Selatan (3), Spanyol (95), Swedia (2), Swiss (1) dan Inggris (47). (ita/nrl). www.masgunonline.blogspot.com

Jangan Panik Menghadapi Flu Babi

Mas Gun Online dari Antara dari Bandung dikabarkan bahwa: "Kepala Dinas kesehatan Jawa Barat, Hj Alma Luchyati meminta masyarakat tidak panik terkait munculnya kasus pasien suspect flu babi yang kini dirawat di RS Hasan Sadikin Kota Bandung.

"Masyarakat jangan panik menghadapi kasus flu babi, tetap tenang dan berperilaku hidup yang bersih dan sehat," kata Alma di Bandung, Rabu.

Sebaliknya, masyarakat hendaknya ikut berperan untuk mengantisipasi flu babi berjangkit di Indonesia antara lain dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran untuk tetap menjaga kesehatan tubuh, lingkungan serta berperilaku bersih dan sehat dimanapun berada.

"Jangan panik, apalagi protektif. Itu malah membuat upaya pencegahan tidak efektif dan menimbulkan suasana `mencekam`," katanya.

Ia berharap, masyarakat menunjukkan sikap dan dukungan seperti ketika Indonesia menghadapi flu burung beberapa waktu lalu.

Menurut Alma, tidak perlu ada tindakan yang superprotektif dalam menghadapi isu flu babi yang ada saat ini, namun tidak berarti lengah.

"Dinkes Jawa Barat telah menyebarkan obat tamiflu untuk mengobati flu babi. Persediaan sementara ada sekitar tujuh ribu tablet dan akan ditambah," kata Alma Luchyati.

Alma menyebutkan, tidak perlu dilakukan penyemprotan disinfektan secara berlebihan karena hal itu tidak akan efektif.

"Tak perlu over protektif dengan melakukan penyemprotan disinfektan di mana-mana, seperlunya saja. Biayanya kan mahal jadi dilakukan sesuai kebutuhan saja," kata Alma.

Alma juga menyebutkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi antara lain dengan mengirimkan surat ke Dinkes Kabupaten/ Kota serta Puskesmas untuk mengantisipasi flu babi.

Bahkan Dinkes Jabar telah menetapkan empat RSUD rujukan untuk pasien flu babi, khususnya di daerah yang terdapat peternakan babi. www.masgunonline.blogspot.com

Sabtu, 02 Mei 2009

Istilah Flu Babi Keliru

Mas Gun Online dari www.detiknews.com dari Rita Uli Hutapea dari Paris diinfokan: Istilah 'swine flu' atau flu babi untuk menyebut wabah flu mematikan yang tengah melanda dunia, menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE adalah keliru. Sebab virus strain baru ini merupakan gabungan dari virus burung, manusia dan babi.

Ditegaskan OIE, pathogen ini bukan virus manusia klasik namun virus yang mencakup karakteristik komponen virus avian (burung), babi dan manusia.

"Virus tersebut hingga kini tidak terisolasi pada hewan. Karena itu, tidak benar menamakan penyakit ini influenza babi," demikian pernyataan badan kesehatan hewan yang bermarkas di Paris, Prancis itu seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2009).

Diimbuhkan OIE, ilmu sains nantinya akan menunjukkan apakah virus tersebut beredar di antara hewan ternak dan hasilnya akan menentukan apakah negara-negara telah bertindak benar dengan melarang impor babi.

Ditandaskan OIE, epidemi flu manusia di masa lalu yang berasal dari hewan telah dinamai sesuai asal geografisnya, seperti flu Spanyol. "Adalah logis untuk menyebut penyakit ini 'influenza Amerika Utara," usul OIE.

Dalam wawancara dengan AFP, Dirjen OIE Bernard Vallat menyatakan tak ada bukti kalau virus flu babi ini benar-benar berasal dari hewan babi.

"Belum ada bukti kalau virus ini, yang saat ini beredar di antara manusia, benar-benar berasal dari hewan. Tak ada elemen untuk mendukung ini," tegas Vallat.

Diimbuhkan Vallat, sangat tidak adil untuk menghukum para peternak babi yang menggantungkan hidupnya dari usaha tersebut, dengan membicarakan risiko yang belum terbukti sama sekali. Apalagi menurutnya, sejauh ini tak seorang pun bisa menunjukkan bagaimana atau di mana strain virus baru ini terbentuk. (ita/iy).

Songoni ma ning si ita, songoni ma. www.masgunonline.blogspot.com

Rabu, 29 April 2009

Tidak Ada Tanda Penyebaran Flu Babi Menurun

Mas Gun Online dari www.detik.com memberitakan: "Flu babi yang bermula di Meksiko semakin menyebar. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mensinyalir virus ini akan terus menyebar, mengingat penularan terjadi antar sesama manusia. "Sangat jelas kalau virus terus menyebar dan sebaliknya kita tidak melihat tanda-tanda penyebaran mengalami penurunan," kata pejabat WHO, Dr Keiji Fukuda seperti dikutip reuters, Kamis (30/4/2009).

Memang penyebaran virus ini semakin kentara. Di negara-negara Eropa saja sudah ditemukan, misalnya di Spanyol, serta Jerman dan Austria yang tercatat masing-masing ada 9 warganya yang terserang virus. Fukuda juga khawatir bila bahaya pandemic akan benar-benar menjadi kenyataan."

Begitu katanya. www.masgunonline.blogspot.com

WHO Naikkan Fase Flu Babi Jadi 5

Mas Gun Online dari www.detik.com diinformasikan: "Flu babi kian tak terbendung. WHO pun menaikkan fase penyebaran flu babi dari 4 menjadi 5. Kenaikan fase ini dilakukan setelah seorang anak di AS meninggal dunia. Dia merupakan korban tewas pertama yang terjadi di luar Meksiko. "Semua negara harus segera mengaktifkan rencana-rencana persiapan pandemi mereka," ujar Kepala WHO Margaret Chan seperti dilansir AFP, Kamis (30/4/2009).

Fase 5 ditandai dengan penularan antar manusia yang menyebar pada setidaknya 2 negara di dalam satu region WHO. Fase 5 adalah sinyal kuat bahwa pandemi sudah mengancam dan merupakan waktu untuk menyempurnakan organisasi dan komunikasi dan mengimplementasikan rencana mitigasi yang ada.

Sejauh ini 7 kematian akibat virus H1N1 telah dipastikan terjadi di Meksiko, pusat penyebaran flu babi, meskipun pejabat Meksiko menyatakan bahwa multistrain virus baru tersebut diduga telah menimbulkan 159 kasus kematian. Lebih 1.300 orang juga dirawat di RS dengan gejala flu, 49 di antaranya positif terpapar flu babi.

AS adalah negara kedua yang paling banyak terpapar virus, 91 kasus di 10 negara bagian. Seorang anak keturunan Meksiko menjadi korban tewas pertama di luar Meksiko ketika mengunjungi kerabat di Texas."

Songoni ninna. www.masgunonline.blogspot.com

Mengisolasi Diri Gara-Gara Flu Babi

Mas Gun Online dari www.Kompas.com diinfokan: "Cecilia Inez Lopez (9 thn) duduk di depan televisi selama sembilan jam dalam satu hari. Bibinya yang berusia 16 tahun, Ilse, menghabiskan waktu dengan berkirim pesan singkat kepada teman-temannya. Selama lima hari ini kedua gadis itu hanya bisa melihat kehidupan sehari-hari lingkungan sekitarnya melalui jendela rumah. Kedua orangtua mereka—seperti halnya mayoritas warga di Mexico—melarang mereka keluar rumah gara-gara kasus virus flu babi. ”Kami seperti singa di dalam kandang. Hanya bisa duduk-duduk di sini sepanjang hari sambil mendengarkan berita tentang virus itu. Kalau di dalam rumah terus selama seminggu atau lebih, kami bisa jadi depresi atau gila,” kata nenek Cecilia, Constancia Sosa (52).

Bagi keluarga Lopez yang semuanya berjumlah enam orang, rumah mungil seluas 16 meter persegi di kawasan perumahan kelas menengah ke bawah seakan terasa seperti bungker. Sosa mengaku tidak tahan lagi dengan kelakuan anak perempuannya, Ilse. Sejak sekolah ditutup, Ilse giat berlatih tarian tradisional Meksiko di ruang keluarga. Tarian yang banyak menggunakan entakan kaki itu hampir membuatnya gila karena Ilse berlatih di tengah ruang keluarga. Jika tidak berlatih tarian, Ilse sibuk berbicara di telepon atau SMS teman-temannya.

Sosa juga tidak tahan lagi dengan kelakuan Cecilia dan adiknya yang berusia 10 tahun yang sering naik turun tangga karena tidak ada kegiatan lain. Mereka tidak boleh keluar rumah. Hanya ayah Cecilia yang boleh keluar rumah karena harus bekerja, belanja makanan, serta membeli penutup mulut dan hidung. ”Bukan salahku. Saya bosan karena tidak ada yang bisa dikerjakan. Paling hanya main, nonton televisi, dan tidur,” kata Cecilia.

Mexico yang berpenduduk 20 juta jiwa itu telah mengisolasi diri sejak kasus flu babi merebak. Imbauan pemerintah intinya untuk mengantisipasi kian meluasnya penyebaran virus H1N1 ini. Masalahnya, sebagian besar warga khawatir jika sekolah, bioskop, dan kafe ditutup, lama-kelamaan orang bisa menjadi gila. Pasalnya, orang biasanya menghabiskan waktu luang dengan menonton film atau sekadar mengobrol di kafe. Pemerintah Mexico sejak Selasa lalu melarang sebanyak 25.000 restoran melayani konsumen yang datang, tetapi masih boleh membuka layanan pesan antar. Alasannya, orang bisa tertular flu babi dari orang lain yang sama-sama makan di restoran itu. Bukan hanya itu, pusat kebugaran (gym), kolam renang, dan tempat bermain biliar pun harus ditutup. Tempat hiburan malam, museum, kebun binatang, serta tempat wisata, termasuk piramida suku Maya dan Aztec, juga ditutup tanpa batas waktu yang jelas. Sementara itu, sekolah baru akan dibuka kembali pada 6 Mei. Itu pun jika situasi dianggap sudah membaik. Pasar La Merced juga sepi, padahal biasanya ribuan orang berjubel di dalam pasar itu. ”Saya lebih takut barang dagangan saya tidak laku daripada dengan virus itu. Dari mana saya dapat uang untuk makan,” kata Jaime Blas (50) yang menjual biji labu dan kemiri sambil mengenakan masker penutup mulut. Sementara itu, penjual buah alpukat, Rodrigo Antonio Rebollo (39), mengaku tidak punya uang lagi untuk membeli susu. Sebagai pengganti, ketiga anaknya terpaksa minum susu kedelai dan kopi pemberian teman-temannya. (AP/LUK)."

Ngonno omonge. www.masgunonline.blogspot.com

AS Lakukan Pencegahan Flu Babi

Mas Gun Online dari ANTARA dari Washington dari Xinhua-OANA di kabarkan: Presiden AS Barack Obama, Rabu, mengatakan pemerintahannya "melakukan persiapan dan pencegahan sebaik mungkin" sebagai reaksi terhadap flu babi H1N1: "Kami terus memantau secara seksama kasus virus flu H1N1, yang muncul, di seluruh Amerika Serikat," kata Obama dalam pidato yang disiapkan disampaikannya pada pembukaan taklimat guna memperingati 100 hari masa jabatannya. Sebagaimana saya katakan pagi ini, ini tentu saja merupakan situasi yang sangat serius, dan setiap orang Amerika mesti mengetahui bahwa seluruh pemerintah mereka melakukan persipana dan pencegahan sebaik mungkin," kata Obama, dalam kutipan pidato yang disiarkan oleh Gedung Putih, Washington .

Sementara itu di Bay Area, San Francisco: "Dua sekolah ditutup selama satu pekan mulai Rabu, setelah kasus flu babi ditemukan."

Seorang siswa di Branham High School di San Jose, Santa Clara County, diperiksa untuk mengetahui kemungkinan ia terserang flu babi, sehingga para pejabat menutup sekolah tersebut sampai 5 Mei, demikian laporan San Jose Mercury News: "Semua kegiatan belajar-mengajar telah dibatalkan," kata Branham High School dalam satu pernyataan singkat yang disiarkan di laman Internetnya, yang menyatakan sekolah itu ditutup menyusul panduan dari Center for Disease Control and Prevention.

Highlands Elementary School di Pittsburg, Contra Costa County, juga ditutup Rabu, setelah tiga siswa diperiksa positif tertular flu babi. Dalam satu pernyataan, Highlands Elementary School menyatakan: "13 siswa dari klas empat di sekolah tersebut melaporkan gejala pada Selasa, pemeriksaan mengenai semua siswa yang terpengaruh memperlihatkan bahwa tiga contoh barangkali positif flu babi."

Sementara flu babi menyebar ke sedikitnya 10 negara bagian AS Rabu, pemerintah menyarankan semua sekolah ditutup sementara sebagai pencegahan: "Semua sekolah yang dikonfirmasi atau diduga memiliki kasus flu babi mesti dengan kuat mempertimbangkan penutupan sementara sehingga kita dapat seaman mungkin," kata Presiden AS pada Rabu di Gedung Putih.

Obama juga menyatakan negaranya kini "lepas landas dengan baik", pada hari ke-100 masa jabatannya: "Jadi kita lepas landas dengan baik. Tetapi itu hanya permulaan. Saya bangga dengan apa yang telah kami capai, tapi saya tidak puas. Saya gembira dengan kemajuan kami, tapi saya tidak puas," kata Obama. Tanggal 29 April adalah hari ke-100 Obama memangku jabatan." Baitu katonyo. www.masgunonline.blogspot.com

Flu Babi Sedang Merambah Timur Tengah

Mas Gun Online dari MADRID, KOMPAS.com: Semakin banyak negara yang mengonfirmasi kasus flu babi. Sebarannya kini sudah merambah Timur Tengah dan Asia Pasifik. Spanyol pun telah mengonfirmasi kasus kedua.

Israel, Selasa (28/4), mengonfirmasi kasus pertama flu babi di negara itu dan di kawasan Timur Tengah. Seorang pria yang baru-baru ini kembali dari Meksiko telah positif terjangkit virus flu babi.

”Sekarang flu babi sudah resmi tiba di Israel,” sebut laporan di radio militer.

Seorang pria berusia 49 tahun yang baru-baru ini ke Meksiko saat ini tengah dikarantina di sebuah rumah sakit dan menjalani sejumlah tes.

Di kawasan Pasifik, Selandia Baru melaporkan tiga orang positif terjangkit flu babi. Menteri Kesehatan Tony Ryall mengatakan, itu merupakan kasus pertama flu babi di Selandia Baru.

Terdapat 10 orang yang diduga terjangkit virus flu babi, yaitu sembilan pelajar dan seorang guru. Mereka adalah bagian dari kelompok wisata sebuah sekolah menengah di Auckland yang kembali dari Meksiko, Sabtu.

Pasangan asal Skotlandia, Iain dan Dawn Askham, juga positif terjangkit flu babi. Menteri Kesehatan Skotlandia Nicola Sturgeon mengatakan, keduanya kembali dari bulan madu di Cancun, kawasan resor di tenggara Meksiko.

Spanyol mengonfirmasi kasus kedua flu babi di negara itu. Kasus pertama flu babi di Spanyol juga merupakan kasus pertama flu babi di Eropa. Pasien terkini adalah seorang laki-laki berusia 23 tahun dari Valencia yang kembali dari Meksiko. Menteri Kesehatan Spanyol Trinidad Jimenez mengatakan, ada 32 orang lain yang diduga terjangkit flu babi sekembali dari Meksiko.

Di Meksiko, pusat penularan virus, jalan-jalan terlihat lengang. Restoran, bar, gedung bioskop, stadion, dan kantor pemerintah di Mexico City ditutup untuk mengurangi penyebaran virus flu babi.

Sekolah ditutup hingga 6 Mei. Banyak orang yang memilih bekerja dari rumah dan mengenakan masker jika bepergian keluar rumah.

Kritik nama

Uni Eropa mengkritik penamaan flu babi karena salah kaprah dan bisa menghancurkan industri daging babi. Komisaris Kesehatan Uni Eropa Androulla Vassiliou mengatakan, flu babi seharusnya disebut ”flu baru” (novel flu).

Vassiliou mengatakan, konotasi yang salah akan merugikan produsen daging babi. Dia menambahkan, daging babi aman dimakan dan tak ada hubungannya dengan penularan flu babi.

Ahli kesehatan mengatakan, virus itu berasal dari jenis yang sama yang menyebabkan penularan musiman pada manusia, tetapi juga mengandung materi genetik dari versi flu yang biasanya menjangkiti babi dan burung.

Saat ini, empat laboratorium di Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat tengah mengembangkan vaksin flu babi. Vaksin pertama diperkirakan siap dalam 4-6 bulan. Diperlukan beberapa bulan lagi untuk memproduksi vaksin itu dalam jumlah besar. (ap/afp/reuters/bbc/fro). www.masgunonline.blogspot.com

Senin, 27 April 2009

Penomena Flu Babi

Mas Gun Online: Belum hilang dari ingatan peristiwa penampakan efek negatif kunjungan virus flu burung menjadi flu manusiawi, telah banyak korban berjatuhan, sejak yang meregang nyawa hingga kehabisan nyawa, bukan saja para burung yang mati, tetapi para manusia pun diwafati karena ulah kunjungan virus flu burung beriring dengan gempa badai sunami melanda berbagai negeri di belahan bumi ini. Setelah itu kini kita sedang dihadapkan pada problema kunjungan virus babi, gara-gara orang doyan makan babi, kita semua kena imbasnya dengan kedatangan tamu tak diundang berupa virus flu babi yang telah menjangkit di berbagai negeri di bumi ini. Na'uzu billahi.

Tahukah anda kenapa Allah tega menurunkan virus flu babi ke bumi ini? Jawabannya ialah karena diantara kita (manusia) telah tega memakan babi yang telah diharamkan oleh Allah sejak zaman Taurat, injil hingga Al-Qur'an di turunkan. Berbagai peringatan Allah agar manusia jangan makan babi, tetapi kita tidak mengindahkannya, bahkan mengabaikannya, inilah jadinya kita dikunjungi virus flu babi.

Namun pun begitu, segala penyakit pasti ada obatnya. Agar kita dan keluarga kita terlindung dari serangan virus flu babi, saya sarankan:

1. Hindari memakan babi.
2. Dekatlah selalu kepada Allah dengan rajin ibadah kepadaNya.
3. Ucapkan dalam hati setiap sujud terakhir dalam sholat sebagai tambahan do'a sujud terakhir dalam sholat: "Bismillahillazi La yadurru ma'as mihi syai'un fil ardhi wala fissama'i wahuwas sami'ul 'alim." (Dengan menyebut nama Allah yang dengan bersamaNya, tidak akan ada yang mampu mendatangkan bahaya baik dari langit maupun dari bumi, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu). Diucap dalam hati minimal 3 kali. Bagi yang haid cukup diucap 3 kali setiap bangun tidur dan akan tidur sebagai tambahan do'a bangun tidur dan tambahan do'a akan tidur.
4. Rutin mengkonsumsi habbatus saudah dengan dosis:
anak-anak 1-2 butir perhari.
remaja 2-3 butir perhari.
dewasa 4-6 butir perhari.
manula 2-3 butir perhari.
5. Rutin mengkonsumsi madu lebah dengan dosis:
anak-anak 1-2 sendok teh perhari.
remaja 1-2 sendok makan perhari.
dewasa 2-4 sendok makan perhari.
manula 1-2 sendok makan perhari.
6. Positif tingking dan percaya diri bahwa anda tidak terjangkit virus flu babi.
7. Sabar, yaqin, tawakkal dan bersandar diri kepada Allah SWT.

Jika amalan ini anda kerjakan, insya Allah anda dan keluarga anda akan Allah lindungi dari serangan virus ganas flu babi. Pantangan amalan ini adalah makan babi. Untuk itu anda jangan makan babi jika anda ingin ikut serta mengamalkan amalan ini. Saya do'akan semoga kita dan keluarga kita terlindung dari serangan virus ganas flu babi sepanjang kita tidak makan babi. Jika ada yang kurang jelas dalam amalan ini, silahkan hubungi saya (Kiyai Mas Gun Hp. 085276600050), semoga bermanfaat. www.masgunonline.blogspot.com

AS Darurat Flu Babi

Mas Gun Online dari Liputan6.com dari Washington DC: Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat menyusul kepastian munculnya 20 kasus flu babi di negara itu. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keamanan Dalam Negeri, Janet Napolitano, di Gedung Putih, Washington DC, AS, Ahad (26/4).

Menurut Napolitano, para pendatang dari daerah yang memiliki kasus flu babi akan ditanyai sejumlah pertanyaan yang terkait dengan penyakit. "Pelancong yang memperlihatkan gejala, jika terserang, akan diisolasi sesuai peraturan," kata Napolitano.

Sebanyak 20 kasus flu babi di AS terjadi di New York, Ohio, Kansas, Texas, dan California. Menurut penjabat Direktur Centers for Disease Control and Prevention, Richard Besser, keadaan berkembang cepat dan pemerintah menduga virus tersebut akan menyebar [baca: Bandara dan Pelabuhan Diminta Aktifkan Detektor]. (YNI/ANTARA). www.masgunonline.blogspot.com

Wabah Flu Babi Serius Dan Akan Terus Menyebar

Mas Gun Online dari www.detik.com: Wabah swine flu atau flu babi yang tengah melanda sejumlah negara merupakan wabah yang serius. Demikian disampaikan juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs.

Namun ditandaskan Gibbs, publik harus tahu bahwa ini bukan waktunya untuk panik. Hal itu disampaikan Gibbs dalam acara 'Meet the Press' di stasiun televisi NBC, seperti dilansir News.com.au, Senin (27/4/2009).

Dr Richard Besser, Pjs Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan, saat ini wabah flu babi belum menjadi pandemo global. Namun langkah-langkah proaktif harus dilakukan sebelum pandemi itu benar-benar terjadi.

"Kami memang berpikir ini akan terus menyebar namun kami sedang mengambil tindakan-tindakan agresif untuk menimalisir dampaknya pada kesehatan masyarakat," tegas Besser.

Di AS sendiri, setidaknya 20 kasus flu babi telah dilaporkan. Namun belum ada penderita suspect flu babi yang meninggal dunia. Akan tetapi di Meksiko, sudah 81 orang yang meninggal akibat flu ini dan menjangkiti lebih dari seribu orang lainnya. Virus ini tergolong baru dan belum ada vaksin untuk mematikannya. www.masgunonline.blogspot.com

Waspadai Penderita Flu Babi

Mas Gun Online dari www.detik.com: Meski belum sampai ke Indonesia, namun kita harus mewaspadai virus swine flu atau flu babi yang telah merenggut puluhan nyawa di Meksiko.

Lantas bagaimana gejala penderita yang terkena penyakit flu babi ini? Pada umumnya, gejala infeksi flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada manusia. Yakni, demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan kelelahan yang berlebihan.

Namun selain itu, virus flu babi bisa membuat penderita muntah-muntah dan diare. Demikian seperti diberitakan Reuters, Senin (27/4/2009).

Pemerintah AS telah menyatakan wabah flu babi ini merupakan wabah yang serius. Wabah ini juga diyakini akan terus menyebar. Bahkan badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, flu babi merupakan keadaan darurat kesehatan publik yang menjadi keprihatinan internasional.

Flu babi ini mendatangkan risiko terbesar terjadinya pandemi berskala besar sejak wabah avian flu yang muncul kembali pada tahun 2003 lalu dan menewaskan 257 orang dari 421 penderita di 15 negara. www.masgunonline.blogspot.com

Cina Waspadai Penyebaran Flu Babi

Mas Gun Online dari ANTARA dari Beijing: China melakukan kerja sama dengan sejumlah negara untuk memberantas flu babi yang menyerang Meksiko dan menyebabkan kematian ratusan warga serta mengancam ke dalam suatu penyakit global.

"Setiap manusia yang masuk ke China dari sejumlah negara yang telah terjangkit penyakit itu untuk melaporkan kemungkinan adanya flu ke pihak berwenang," demikian suatu edaran darurat yang dikeluarkan Adminsitrasi Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi dan Karantina (AQSIQ) seperti dikutip China Daily, di Beijing Senin.

Untuk itu, pihaknya telah memerintahkan pihak bea cukai di China untuk memeriksa suhu badan penumpang yang baru tiba ke China.

Peningkatan kewaspadaan juga telah dilakukan di Bandara Internasional Ibukota Beijing.

"Tiga alat pemantau suhu badan telah dioperasikan di bandara. Kami menyiapkan pakaian pelindung pakaian dan perlengkapannya juga dan untuk penumpang dari Meksiko dan negara-negara yang telah tertular flu akan dipantau lebih seksama," kata Li, petugas bea cukai di bandara Beijing.

Kementerian Kesehatan, sebelumnya mengatakan bahwa tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa seseorang dapat tertular penyakit itu usai makan daging babi.

Pemerintah Hong Kong juga telah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit itu secara "serius".

Menteri Makanan dan Kesehatan York Chow mendesak masyarakat untuk menghindari tempat terjadinya kasus wabah itu dan menyebutkan bahwa virus itu dapat menambah daftar Hong Kong sebagai wabah.

Virus mematikan flu babi jenis A/H1N1, adalah kombinasi virus babi, burung dan manusia, telah menularkan lebih 1.300 orang di Meksiko, dan ratusan tewas dengan usia antara 25-45 tahun.

Virus, yang berhasil diketahui pada Jumat, juga menularkan 19 orang di Amerika Serikat serta 10 orang di Selandia Baru.

Pihak berwenang di Amerika Serikat menyebutkan bahwa penyebaran virus itu adalah dari manusia ke manusia, sehingga menyebabkan kepanikan penyakit global.

Di Meksiko, banyak warga yang menggunakan masker untuk pelindung, dan para pekerja kesehatan mencari masyarakat yang memiliki gejala flu.

Seorang pejabat di Kedubes China di Meksiko Xu, mengatakan tidak ada warga China di negara itu yang tertular virus itu. Pihak kedubes telah menyiapkan 24 jam jaringan telepon khusus untuk membantu para warga China yang ada di negara itu.

Sekalipun tidak ada penularan di China, Kementerian Kesehatan telah mengumpulkan sejumlah tenaga ahli untuk mempelajari virus itu serta berjanji terus memantau situasi lebih dekat.

"Kami akan secara intensif melakukan komunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah Amerika Serikat serta Meksiko untuk pertukaran berita mengenai perkembangan terakhir," demikian Kementerian Kesehatan China.

China mengimpor ribuan ton daging babi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat, dan dalam kenyatan impor 10.500 ton selama Januari, tapi tidak diketahui apakah Meksiko salah satu pemasoknya.

Sekalipun memiliki pengalaman menakutkan mengenai penyakit menyerang paru-paru (SARS), yang membunuh 800 orang tahun 2003, serta penyebaran flu babi bisa menyebar cepat, masyarakat China secara umum bersikap tenang.

Wang Jing, ilmuwan dari Akademi Inspeksi dan Karantina China, mengatakan masyarakat bisa mencegah penularan penyakit itu jika mereka mencucui tangannya sesering mungkin setelah melakukan pekerjaan, menghindari kontak dengan babi hidup dan menjaga ventelasi dengan baik di rumah dan ruang kerja. www.masgunonline.blogspot.com

Tips Menghindari Flu Babi

Mas Gun Online dari www.detik.com: Virus strain baru flu babi (swine flu) memang bisa mematikan. Apalagi virus strain baru bisa menyebar dengan cepat. Sebabnya, tak seorang pun punya kekebalan alami terhadap virus baru ini. Dan butuh waktu beberapa bulan untuk mengembangkan vaksinasi virus ini.

Namun setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit flu babi yang ditularkan dari orang ke orang ini. Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memberikan beberapa tips.

Tutupi hidung dan mulut Anda dengan tisu jika Anda batuk atau bersin. Kemudian buang tisu itu ke kotak sampah.

Sering-seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun, terutama setelah Anda batuk atau bersin. Pembersih tangan berbasis alkohol juga efektif digunakan.

Jangan menyentuh mulut, hidung atau mulut Anda dengan tangan.

Hindari kontak atau berdekatan dengan orang yang sakit flu. Sebab influenza umumnya menyebar lewat orang ke orang melalui batuk atau bersin penderita.

Jika Anda sakit flu, CDC menyarankan Anda untuk tidak masuk kerja atau sekolah dan beristirahat di rumah.

Di Meksiko, negara yang paling parah dilanda wabah flu babi ini, pemerintah negeri itu mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk tidak berciuman, meski hanya cium pipi. Demikian seperti dilansir CNN, Senin (27/4/2009).

Pemerintah Meksiko juga mengimbau untuk tidak berada di antara kerumunan orang banyak serta tidak berdekatan dengan orang lain yang sakit. Penggunaan masker juga digalakkan di negeri itu.

Sejauh ini setidaknya 81 orang telah meninggal akibat wabah flu babi di Meksiko. Lebih dari seribu orang lainnya terkena penyakit ini. www.masgunonline.blogspot.com

Yang Perlu Diketahui Dari Virus Flu Babi

Mas Gun Online dari www.detik.com: Virus mematikan flu babi yang belum pernah ditemukan sebelumnya telah mewabah di Meksiko. Setidaknya 81 orang telah meninggal dan menimbulkan kekhawatiran terjadinya pandemi.

Berikut sejumlah fakta yang perlu diketahui mengenai virus strain baru ini:

Flu babi sebenarnya merupakan penyakit influenza yang disebabkan virus influenza A subtipe H1N1. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkonfirmasi bahwa beberapa kasus flu babi yang muncul di Meksiko merupakan strain baru virus H1N1 yang belum pernah ditemukan.

Karena itu meski namanya flu babi, namun strain baru ini belum pernah ditemukan pada babi. Ancaman penyakit ini justru pada transmisi dari orang ke orang. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (27/4/2009).

Virus ini secara genetik berbeda dengan virus influenza manusia H1N1 yang telah beredar secara global selama beberapa tahun terakhir. Virus flu baru ini mengandung DNA yang identik dengan virus avian, virus babi dan virus manusia, termasuk elemen-elemen dari virus babi Eropa dan Asia.

Menurut badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus ini menular dari orang ke orang. Penularannya melalui bersin, batuk atau ketika seseorang terkena virus ini dari tangan mereka yang tidak dicuci bersih.

Lantas bisahkah orang tertular flu babi dengan memakan daging babi? Menurut CDC, tidak, asalkan daging tersebut dimasak secara benar dan matang. Pematangan hingga suhu 160°F telah mematikan virus flu babi maupun virus-virus lain dan bakteri.

Sejak Desember 2005 hingga Februari 2009, telah dikonfirmasi adanya 12 kasus penderita flu babi. Namun dari semua kasus itu, hanya satu orang yang pernah melakukan kontak dengan babi. Saat itu belum ada bukti penularan orang ke orang dalam kasus tersebut.

Namun sejak Maret lalu, kasus ini mulai dilaporkan di Meksiko dan terus menyebar ke AS dan negara-negara lainnya.

Yang perlu diingat, virus flu terus bermutasi. Karena itulah vaksin flu berubah setiap tahun. Untuk virus flu babi yang baru ini belum ditemukan vaksinnya. www.masgunonline.blogspot.com

Pandemi Flu Babi Tinggal Tunggu Waktu

Mas Gun Online dari www.detik.com: Ahli ilmu virus China mengingatkan kemungkinan terjadinya pandemi flu babi (swine flu). Menurutnya hal itu tinggal menunggu waktu.

"Kita tinggal hitung mundur untuk sebuah pandemi," kata Guan Yi, Profesor di Universitas Hong Kong yang telah membantu memerangi wabah SARS dan flu burung.

"Saya pikir penyebaran virus ini pada manusia tidak mungkin diatasi dalam waktu dekat... sudah ada kasus di hampir semua wilayah. Gambarannya berubah setiap saat," kata Prof Guan seperti dilansir Reuters, Senin (27/4/2009).

Diimbuhkan pakar China itu, akan jadi masalah besar jika flu babi mencapai China dan India. Sebab penduduk negeri itu begitu padat dan infrastruktur kesehatan masih belum memadai.

Saat ini masih banyak pertanyaan seputar virus strain baru ini. Misalnya, mengapa kasus flu babi ini lebih ringan di AS dan jauh lebih mematikan di Meksiko.

"Itu kelihatannya lebih lemah di AS saat ini, tapi kita tidak tahu apakah virus itu akan menjadi lebih ganas ketika sampai ke tempat-tempat lainnya karena virus terus bermutasi," tandas Prof Guan.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO menyebut virus flu babi ini sebagai masalah darurat kesehatan publik internasional yang bisa menjadi pandemi atau wabah global. www.masgunonline.blogspot.com

Hindari Flu Babi

Mas Gun Online dari www.detik.com: Perhatikan pola makan anda jika tidak ingin tertular flu babi. Pastikan babi benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Jangan makan babi bakar atau babi panggang! Kebersihan juga harus dijaga. Bagi yang memiliki kandang babi, rajin-rajinlah menyemprot disinfectan.

"Bagi mereka yang akan mengkonsumsi babi sebaiknya dimasak lebih dari 80 derajat untuk mematikan kuman-kuman dan jangan makan babi bakar atau babi panggang, karena lebih cepat penyebarannya," kata Humas Dinas kesehatan, Tini Suryanti, saat dihubungi wartawan melalui telepon, Senin (27/4/2009).

Selain cara konsumsi, Tini menjelaskan, cara mencegah tertular flu babi adalah dengan menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi. Tentu saja harus rajin-rajin membersihkan diri dan lingkungan, terlebih yang memiliki kandang babi.

"Cara pencegahannya dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara membersihkan diri terus dan hindari kontak langsung dengan babi serta jauhi penampungan babi. Pemilik peternakan babi wajib menyemprotkan disinfektan," ujar Tini.

Menurut Tini, ciri-ciri orang yang terinfeksi flu babi sama dengan saat terserang flu burung beberapa waktu lalu. Flu babi, Tini menambahkan, memiliki sifat mutasi yang berbahaya bagi manusia.

"Sebenarnya ciri-cirinya hampir sama dengan flu burung, jadi sifatnya mutasi. Selain unggas juga ada pada babi. Kalau menyerang manusia kira-kira sama jika terkena flu burung" imbuh Tini.

Dinas Kesehatan, menurut Tini, sudah melakukan langkah antisipasi sejak dini. Pengecekan peternakan pun dilakukan untuk memastikan flu babi tidak tersebar.

"Kita harus mewaspadai, oleh karena itu Dinas Kesehatan DKI sudah menyerahkan tugas kepada divisi peternakan yang memiliki investigator untuk flu burung, sekarang mereka yang mengecek ke peternakan-peternakan," tutur Tini. www.masgunonline.blogspot.com

Flu Babi

www.masgunonline.blogspot.com dari www.detik.com: Organisasi kesehatan PBB World Health Organization (WHO) memperingatkan flu babi yang menjangkiti Meksiko bisa menyebar ke seluruh dunia. Korban dari virus flu jenis baru ini terus bertambah.

Dirjen WHO Margaret Chan menyerukan, penyakit tersebut merupakan 'ancaman bagi kesehatan publik yang harus mendapat perhatian internasional.' Artinya, ada risiko penyakit tersebut akan menyebar lintas negara ke seluruh dunia. Demikian seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2009).

"Ini jelas merupakan virus hewan H1N1 dan berpotensi menjadi pandemi karena bisa menular ke orang," ujar Chan.

Dalam pernyataannya, Chan mengingatkan semua otoritas kesehatan di seluruh negara agar waspada tingkat tinggi terhadap munculnya gejala penyakit yang tak biasa dan munculnya kasus penyakit yang menyerupai flu. Dia meminta mereka segera melapor ke WHO jika hal demikian terjadi.

Para ahli masih belum memahami virus H1N1 yang merupakan 'koalisi' antara flu manusia, flu babi, dan flu burung ini. Perkembangan virus ini terjadi dengan cepat.

Selama beberapa tahun ini WHO memang telah memperingatkan kemungkinan munculnya virus flu baru yang berpotensi menjadi pandemi dan membunuh jutaan manusia.

Jumlah penderita flu jenis baru ini terus bertambah. Sejauh ini ada 20 orang yang telah dipastikan menjadi korban keganasannya, dan 61 orang lainnya diduga kuat juga menjadi korban. Semuanya meninggal dunia. Juga ada 1.300 orang yang diduga telah terinfeksi virus ini.

Pandemi flu terakhir terjadi tahun 1968. Saat itu flu 'Hong Kong' menewaskan sekitar 1 juta orang di seluruh dunia. www.masgunonline.blogspot.com